Kisah ini membuatku semakin mencintai suamiku

Ini bukan kisahku. aku mendapatkannya dari sebuah catatan facebook. tapi kisah ini menjadi inspirasi yang membuat aku makin mencintai suamiku.

Aku Terpaksa Menikahinya…..

oleh Budi Santoso pada 18 Oktober 2011 jam 8:00

Kisah inspiratif untuk para istri dan suami

Semoga peristiwa di bawah ini membuat kita belajar bersyukur untuk apa yang kita miliki :

Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.

Lanjut membaca

Rumahku Sorgaku

Sedikt banyak, sekarang aku mengerti apa itu bahagia. Dalam arti khusus bahagia dalam arti keikhlasan. Aku juga paham sekarang apa itu cinta. Dan cinta yang mana yang akan mendatangkan bahagia atau malah akan mendatangkan sengsara.
Dulu aku berpikir bahwa dengan mencintai seseorang, orang itu harus selalu ada disamping kita. Harus selalu mengerti apa yang kita inginkan. Dan tidak membuat kita bersedih. Selalu berusaha agar kita bahagia. Begitu juga sebaliknya antara kita dengan orang itu.
Ternyata aku salah. Hidup seperti itu malah membosankan. Selalu bersaha mengerti. Bukankah kebahagiaan itu akan terasa setelah kita mengalami banyak kesulitan. Seperti itu hidup, begitu juga dengan cinta. Cinta juga akan terasa manis jika kita banyak berkorban untuk orang yang kita cintai.
Semalam aku membaca sebuah kisah yang membuat aku sangat tergugah. Tentang seorang istri yang mulanya menikah dengan suaminya karna paksaan orang tua. Dia tidak mencintai suaminya, malah membencinya. Namun suaminya sangat mencintainya. Dan sangat memanjakannya. Lalu suaminya meninggal karna sebuah kecelakaan yang terjadi karna ingin memenuhi keinginan sang istri. Itulah awal mula penyesalan si istri, yang lalu tersiksa seumur hidup karna tak bisa menunjukan cintanya pada sang suami.
Dari kisah itu aku jadi berpikir. Alangkah beruntungnya aku. Aku menikah dengan orang yang kucintai dan sangat mencintaiku. Dia selalu bersabar atas sikapku yang masih sering kekanak-kanakan. Jarak umur kami yang begitu jauh, malah membuat kasih sayangnya tambah besar padaku. Ia memperlakukanku ibarat boneka kesayangan yang selalu ia tempatkan di tempat yang paling indah. Dan aku semakin mencintai suamiku.
Hal ini ku utarakan padanya. Dan jawaban yang ku terima darinya sungguh indah. “Terima kasih sayang, Abi sangat bahagia karna Umi. Abi juga berharap semoga Umi juga bahagia karna Abi.”
Aku menjawabnya “Umi belum pernah merasakan kebahagiaan yang lebih indah, dibanding saat Umi bersama Abi.”Ribuan doa syukur pun aku ucapkan.
Alangkah indahnya hidup ini jika kita saling mencintai. Dan itu di mulai dari orang yang terdekat dengan kita.

Mengatasi cemburu


Sulit…. sangat sulit mengatasi penyakit yang satu ini. Entah apa penyebabnya, penyakit ini seperti terus menempel padaku tanpa bisa aku atasi. Bukan keinginanku untuk seperti ini. aku selalu mencoba menjadi sosok yang sabar dan menerima dengan ikhlas apapun yang aku dapatkan. khususnya dari suamiku. tapi selalu saja kesabaranku di uji.

Menurut ‘Abdullah bin Syaddad, ada dua jenis ghirah. Pertama, ghirah yang dengannya seseorang dapat memperbaiki keadaan keluarga. Kedua, ghirah yang dapat meyebabkannya masuk neraka. Lanjut membaca

harapan terbesar ku

aku sedang dilanda rasa lelah yang luar biasa. Tak tau kenapa seluruh persendianku terasa kaku dan seolah ada yang menyumbat aliran darahku. Ingin sekali aku beristirahat dari semua aktivitas ini. Tapi begitu banyak persoalan selalu membuatku serasa makin tertekan dan memaksaku untuk bisa beraktifitas lagi.

Namun di tengah semua kemelut yang melandaku, ada kebahagiaan yang luar biasa kurasakan. karna sekarang telah 5 bulan usia kehamilan keduaku.

Setelah sempat kehilangan anak pertamaku Zahra Nabila di usianya yang baru 24 jam, kelahiran anak keduaku ini adalah saat yang paling aku tunggu-tunggu. Anakku, yang suara tangisnya menghilangkan semua duka laraku. Menambah arti yang begitu besar dalam hidupku. Namun dukungan semua orang yang mengatakan bahwa anakku mendapat tempat yang istimewa di surga dan sedang menungguku sedikit mengobati kerinduanku padanya.

Aku yakin Allah SWT mencintainya lebih dari cintaku padanya. Karna itu dia begitu cepat di panggil. bahkan sebelum aku sempat menggendongnya.

Hari ini aku kembali merasakan terjangan yg cukup kuat dari dalam perutku. Walau kadang-kadang terasa sakit, tapi aku bahagia. Berbeda sekali apa yang kurasakan kini dengan kehamilan pertamaku.

memang kata orang setiap kehamilan itu berbeda. Tapi bagiku tidak hanya itu. sikapnya selama dalam kandungan akan mementukan perilakunya kelak.

Inilah harapan terbesarku. Yang melebihi segala investasi bagiku. Aku bisa melupakan segalau gundah dan keluh kesahku, karna keberadaannya

sibuk atau nggak bisa menajement waktu?

Ternyata jadi orang yang bisa mengerjakan segalanya itu benar benar nggak mungkin ya. Aku hanya mencoba mengisi waktuku dengan sesuatu yang berguna. tapi yang terjadi benar-benar di luar dugaan. sekarang rasanya malah tidak cukup lagi waktu untuk diriku sendiri. rasanya benar-benar terperangkap dengan suatu kesibukan. Tpai aku juga nggak mau meninggalkan semua gitu aja. karna aku bertekat untuk memperoleh sesuatu dulu dari apa yang aku kerjakan sekarang.jika tidak, berarti sia-sia saja apa yang telah aku kerjakan selama ini.

24 oktober

Kepenatan sehabis menjadi saksi pilkada kemaren masih terasa. Tapi kelelahan itu telah terbayar, setelah mengetahui hasil akhir dari pilkada itu yang memenangkan kandidat yang kami dukung 50,7 %.

Alhamdulillah semoga benar semua akan menjadi pelopor kelansungan dakwah di kota padang ini. Aku cukup bangga, sebagai kader ternyata kami benar2 di layani dengan baik. Tidak ada perbedaan antara atasan dan bawahan. oleh karna itu aku akan berjuang sebaik-baiknya. dan semoga perjuangan ini menjadi sumber pahala untuk tabungan akhiratku.